Kejadian serupa | 40

1485 Kata

"Nayya, gue datang ...!" Shaleta langsung membuka pintu kamar Nayyara, masuk ke dalam tanpa malu-malu. Seolah kamar Nayyara adalah kamarnya juga. Shaleta mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruangan yang memiliki luas dua kali lipat dari kamar pribadinya itu, tetapi tidak menemukan Nayyara di mana pun. Namun tidak lama, Nayyara keluar dari dalam kamar mandi. Menggunakan handuk yang melilit di d**a, dan ada juga yang di atas kepalanya. Wanita itu habis menangis lagi? Matanya sembab, wajahnya tidak terlihat bersemangat sedikit pun. "Nangis lagi, Nay?" tegur Shaleta geleng-geleng kepala. Ini sudah hari kesekian setelah mengetahui kehamilannya waktu itu. Apa lagi yang dibuat sedih? Jujur saja, Shaleta tak menyukainya. Nayyara mengangkat bahu cuek. "Gue tadi habis ke makam bunda. Sedih ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN