Gerbang Kehidupan Baru

1978 Kata

Kirana berdiri di depan pagar bersama Galen—dalam gendongannya—terus memandang mobil SUV hitam milik yang membawa Selva pergi hingga hilang di persimpangan. "Mamma anis?" tanya sang putra seraya menyentuh air mata yang menetes di pipi dengan jari-jari kecilnya. Kirana menggeleng. "No! Mata Mama kemasukan debu," kilahnya disertai senyum hampa. Ia mendongak, mengamati langit saat setetes air jatuh di tangannya. Awan berubah kelabu. Bergerak lambat menutupi matahari yang mulai merambat ke ufuk barat. Kirana bergeming. Membiarkan embusan angin menerpa tubuhnya, mengeringkan wajah yang masih basah karena air mata. Barangkali, juga bisa menerbangkan rasa sakit yang kian menyiksa d**a. "Mamma ujan," seru Galen dengan kedua tangan yang terangkat menutupi kepalanya membuat Kirana tersentak. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN