• Abeen menengadah, menatap bulan, kedua kakinya menggantung sambil sesekali diayunkan. Jemarinya masih mengapit sebatang rokok. Asapnya mengepul ke udara, tertiup angin. Hatinya belum membaik sama sekali. Rasanya pengen benyek-benyek muka sang dosen, bisa-bisanya tebar pesona sama gadisnya. Masih banyak tanya di benaknya. Apa nyata adegan tadi? Apa Maria tahu kalo dia mergoki? Atau jangan-jangan Maria udah nggak peduli ...? Apa udah nggak ada cinta lagi? Diliriknya ponsel yang sejak tadi dianggurin, dibiarkan berisik membunyikan denting notifikasi. Wajahnya tertekuk dan bibirnya mencibir. Ada nomor asing. Tapi Abeen nggak peduli. Kembali atensinya menepi pada bulan. "Melow banget sih Bang? Patah hati lo?" Felix udah duduk aja di sebelahnya kini. Padahal sejak tadi cowok kurus itu bers

