Air Mata Bahagia

1105 Kata

“Setelah selesai persidangan, kamu mau bagaimana?” tanyaku. Melati menghentikan makannya. “Aku nggak tahu, mungkin akan melanjutkan kuliah, Ka.” Om Hendri pernah bilang, Melati tidak melanjutkan kuliah karena menikah dulu. Padahal, kedua orang tuanya yang akan menanggung biaya kuliah Melati. Namun, tetap saja dia tidak mau. Kasihan, andai saja dia kuliah, mungkin sekarang dia bisa menikmati pekerjaan yang tertunda. “Kamu sabar saja, pasti hal baik akan datang padamu.” Tanpa sadar tangan ini menggenggam tangan Melati. “Terima kasih, Ka.” Aku seperti mimpi atau ini nyata. Seulas senyum terpancar dari wajah cantik yang berdiri di hadapanku. Langsung aku melepas genggaman tangan ini. Angel, sedang apa ia di sini? Pasti dia berpikir aku dan Melati adalah sepasang kekasih. “Hai, Ka,” s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN