Adelia mengerjap perlahan ketika merasakan semilir angin membelai pipinya dengan lembut. Adelia menggeliat. Bibirnya mengeluarkan erangan pelan saat dia merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. "Hoamm," Adelia menguap. Dia melirik sekitarnya. Ruang kaca luas dengan fasilitas lengkap. Ada kasur yang bisa di tiduri oleh dua orang walau posisi mereka akan seperti ikan asin, ada televisi dengan layar yang sangat lebar dan juga dua sofa single. Tempat ini benar-benar terasa sangat nyaman. Ingatan Adelia kembali kebeberapa jam yang lalu. Saat dia duduk di pangkuan Aiden. Saat Aiden memeluk pinggangnya. Saat dia memeluk leher Aiden dan saat matanya mulai memberat dan-- mata Adelia melebar. Dia buru-buru duduk. Seharusnya Adelia masih ada di ruangannya namun kenapa dia bera

