“Kenapa lo!” seru Daniel. Sedari tadi dia menatap Aiden dengan bosan. Orang tertinggi di Levine Grup itu terus-terusan tersenyum menatap layar ponselnya. Alex yang baru bergabung dengan membawa beberapa botol wine menatap penuh tanya pada Daniel namun Daniel hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh. Seharusnya dia sedang istirahat di rumah namun Aiden memintanya datang ke club milik Alex karena ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting namun sudah hampir satu jam mereka duduk di dalam ruangan Alex, Aiden masih sibuk menekuni ponselnya sambil tersenyum bahkan terkekeh sesekali. “Sekarang kenapa lagi? Anggita sudah mau di ajak nikah atau lo yang udah sadar dan mau tobat jadi b***k?” tanya Daniel sarkas. Sedari awal, Daniel adalah orang yang menentang dengan keras hubungan Ai

