Keringat Adelia terus mengalir bahkan rambutnya nyaris basah karena keringat. Sudah hampir satu jam Adelia melakukan kegiatan rutinnya di tempat gym. Adelia mengatur napasnya, tangannya bergerak menghapus keringat di pelipis. Berkali-kali namun sepertinya keringat itu tidak mau berhenti. Setelah benar-benar merasa lelah, Adelia langsung berjalan ke arah ruang ganti. “Mrs Whalen,” sapa seseorang yang sangat Adelia kenali. Adelia melambai dan tersenyum ramah kearah Ruth, pemilik tempat olahraga dan juga sahabat Daniel beserta Lucas. Adelia bahkan baru mengingat sesuatu. Dia pernah bertemu Ruth di acara keluarga Whalen dulu. “Sudah selesai?” tanya Ruth. Ruth memang sering menghabiskan waktunya di tempat ini. Entah untuk mengontrol atau hanya sekedar menyapa para pengunjung. Sika

