Aiden menyulut rokoknya penuh penghayatan sebelum menghembuskan asapnya ke udara. Entah sudah berapa kali Aiden melakukan hal yang sama berulang-ulang. Aiden benar-benar merasa kalut. Setiap kata yang keluar dari mulut Adelia masih tergiang dengan jelas di telinga Aiden, sampai kapan pun anda adalah sampah di mata saya! Aiden mengerang. Tatapannya menajam. Aiden merasa di rendahkan. Kalau Adelia menginginkan Aiden bersikap seperti yang wanita itu minta. Aiden akan melakukannya mulai besok. Sepertinya Adelia sangat suka bekerja. Dia akan memenuhi permintaan wanita itu. Aiden menyeringai. Menjatuhkan puntung rokoknya lalu menginjaknya dengan sepatu. Dia melangkah pelan menuju pembatas rootop, Aiden menatap ke bawah. Tempat ini selalu menjadi tempat pelarian Aiden sedari dulu. Dia me

