Bab 12. Supermarket

1162 Kata

Devan kembali mengusap kepala Abdul sambil tersenyum kecil. Ia begitu bahagia mengetahui memiliki anak dari Naya. Walaupun baru mengenalnya, ia begitu ingin menghabiskan hari-harinya bersama mereka. Namun, bagaimana kalau Naya jadi menikah dengan Brian? Pasti kesempatan ini akan semakin sulit. "Rotimu sudah habis?" "Belum. Dimakan Amii ...." Abdul mengadu sambil merengek. "Oh, ya gak papa. Nanti minta pembantu bikin lagi." Tiba-tiba Abdul mengingat sesuatu. "Tapi katanya mau beliin Dul cookies coklat ...," rengeknya lagi. "Eh ...." Devan melirik Naya. "Naya." "Ya?" Wanita yang sedang memperhatikan Ami makan, seketika melirik Devan. "Ada apa?" "Sebenarnya Abdul ingin cookies coklat di tokomu itu, makanya dia ambil sendiri tapi malah menjatuhkan semua kotak kue yang ada di atas meja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN