" masuklah ke dalam kelas " suruh Gavin kepada Rasel.
" makasih banyak ya kak udah ke 2 kalinya kakak bantuin aku" ucap Rasel
Gavin tersenyum manis sambil mengelus puncak kepala Rasel lagi yang membuat anak- anak bersorak.
" cie - cie "
" uhuyyy dunia terasa milih berdua "
dan masih banyak lagi sorakan dari mereka yang seketika membuat pipi Rasel memerah seperti tomat.
" masuklah setelahnya biar aku pergi ke kelasku " ucap Gavin
" kakak kan belum jawab aku "
Gavin mengernyit mendengar ucapan Rasel karna dia tidak paham.
" yang tadi aku bilang terimakasih sama kakak " ucap Rasel
" lahh mulai lagi terimakasihnya.. jangan terimakasih trus dong udah tugas aku kan melindungi tuan putri hahahah" kata Gavin
Benar- benar membuat Rasel semakin salah tingkah.
" udah sana masuk " ucap Gavin
Rasel hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam kelas. .
sedangkan di dalam kelas teman- temannya menggoda Rasel kembali. salah satunya Rena teman sebangkunya.
"cie yang udah punya ayang baru " ucap Rena
" isshhh kita gak ada hubungan apa- apa cama sebatas teman " jelas Rasel
" gak percaya gue sama lo...tadi gue lihat kak Gavin aja sampek segitunya. lo aja yang gak peka Sel "
" duh sudah jangan bahas itu lagi " sambil pipinya merona merah
" yaelah neng pipi lo kaya tomat aja neng hahahahaha " ucap Rena
Rasel hanya memukul lengan Rena.
" aduh sakit tau " kata Rena
" mangkanya jangan suka godain orang itu akibat lo godain gue..wwlekk " ucap Rasel sambil menjulurkan lidah.
setelahnya bel masukpun berbunyi dan mereka fokus dengan mata pelajaran mereka. ya setidaknya Rasel tenang karna tadi pagi sampai sekarang dia tak di ganggu oleh Raka .
Namun siapa sangka saat jam istirahat tiba Raka langsung masuk ke dalam kelas Rasel dan langsung menyeret Rasel dengan kuat. sampai Rena yang melihat di buat kaget lalu Rena mengikuti mereka diam- diam. ternyata Raka menarik Rasel di taman belakang sekolah yang sangat sepi. dan Rena melihat senyum miring di bibir Raka.
" kau sungguh jalang bukan ? " ucap Raka
" apa maksudmu ? " ucap Rasel tak kalah menggelegar suaranya.
" lo mutusin gue hanya ingin menggoda Gavin bukan ? "
" jaga ucapanmu " bentak Rasel
" kau marah ? itu kenyataannya lo mau di pegang sama dia dan lo selalu menghindar saat gue menginginkan lo " ucap Raka sambil mengelus pipi mulus Rasel. yang membuat Rasel takut setengah mati. Rasel berusaha ingin kabur tapi tangannya di tarik oleh Raka dan Raka mulai mendekat dan hidungnya mengendus bau wangi dari Rasel yang membuat Rasel semakin takut. saat itu Rena buru- buru meminta bantuan kepada Gavin karna dia khawatir akan Rasel.
Rena berlali menuju kelas Gavin dan dia melihat Gavin duduk di kursi depan kelas bersama temannya. saat itu Rena masih ngosngosan tapi dia berusaha untuk memberi tau semua ke Gavin
" kak Gavin tolong ....tolongin Rasel kak" ucap Rena sambil menangis karna takut dia terlambat .
" Rasel kenapa ? " ucap Gavin yang terlihat khawatir
" Rasel di bawa Raka ke taman belakang sekolah kak. Rasel di tahan Raka di sana kak. tolongin kak cepatan sebelum terlambat kak " ucap Rena.
tak banyak bicara Gavin langsung bangkit dan berlari ke arah taman belakang. temannya sempat heran karna Gavin biasanya tak seperduli ini sama cewek.
betapa terkejutnya Gavin saat melihat Raka yang sangat dekat dengan Rasel bahkan tangan Rasel sudah di tahan di atas dan badan mereka sangat nempel.Raka berusaha ingin mencium bibir Rasel dan Rasel berusaha untuk tidak terkena ciuman dari Raka.Rasel menangis meronta ingin di lepaskan.
Gavin langsung lari.
bug...bug ...
Gavin memukul Raka tanpa ampun sampai bibir Raka keluar darah .
" sudah kubilang jangan ganggu Rasel lagi bukan ? apa telingamu tuli ? " ucapnya penuh emosi.
Raka mengusap sudut bibirnya dan meludah.
" lo siapa ? Rasel milik gue..jadi bebas gue mau apain dia " ucap Raka
bug...bug....
dan pukulan mendarat lagi di pipi Raka. Raka sudah terkapar tak kuat karna pukulan yang baru saja di layangkan Gavin cukup kuat. Rena yang saat itu baru sampai karna tadi dia tertinggal jauh karna langkah Gavin yang sangat cepat. Rena menghampiri Rasel yang sedang menangis dan sangat ketakutan.
" Sel lo gakpapa ? " ucap Rena pelan
hikz...hizk...hanya terdengar suara tangis Rasel. Rena langsung memeluk sahabatnya itu.