adegan yang terjadi di depan kelas tersebut tak lepas dari anak- anak yang ada di sana. ada yang baper melihatnya tapi ada juga yang tidak suka melihatnya.
seperti Rini dan kawannya mereka tak suka melihat itu. karna selama ini Rini yang selalu mengejar Gavin dan tk mendapatkan balasan cinta dari Gavin. tapi saat ini malah Gavin memperlakukan cewek seperti itu di depan mata kepalanya. Rini benar- benar marah. ya tadi tadi saat Gavin mengantar Rasel ke kelasnya Rini dan kawannya mengikuti mereka dan bersembunyi di balik pot bunga yang ada di sana. saat di rasa Gavin sudah pergi meninggalkan Rasel baru Rini dan kawannya keluar dari tempat sembunyinya.
" heii jalang " teriak Rini menggelegar dan semua perhatian tertuju padanya. Tapi Rasel tak memperdulikan dia malas mendengar ribut dan meneruskan langkahnya untuk masuk ke dalam.
Rini yang melihat tak di respon semakin murka.
" jalang kau tak mendengar aku memanggilmu apa kau memang benar- benar tuli ? " tanya Rini
Rasel langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang karna penasaran.
" ternyata kau tidak tuli " ucap kawan Rini dan tersenyum miring
" kau jalang yang merebut pacar orang " sinis Rini sambil menunjuk Rasel
Rasel memicingkan matanya karna tak paham dengan semua.
" aku ??? apa yang kau maksud aku ? " tanya Rasel polos
" ya siapa lagi kalau bukan lo "
" aku tak merasa merebut pacarmu dan aku juga tak mengenalmu " jawab Rasel
" kau " teriak Rini yang langsung menghampiri Rasel dan menjambak rambutnya.
" kau berani menjawab ??? dan kau bilang tak merebut pacarku ???? "
Rasel hanya mengangguk dan meringis kesakitan.
" Gavin itu pacar Rini " jawab teman Rini
Rini tersenyum miring.
" lo dengar bukan ?? " bentak Rini.
sedangkan Gavin yang memang tadi belum berjalan sangat jauh dia kembali lagi ke depan kelas Rasel karna terdengar kegaduhan di sana. Gavin yang melihat banyak anak berkerumun itupun di buat bingung dan penasaran. dia cepat jalan mendekat dan betapa terkejutnya dia melihat Rasel yang di jambak oleh Rini. Gavin melangkah maju.
" lepaskan tanganmu " teriak Gavin dingin. dan Rini yang tau langsung terkejut karna kehadiran Gavin yang tiba- tiba ada di belakang mereka. Rini segera melepaskan tangannya.
Gavin menghampiri Rasel dan membenarkan Rambut Rasel yang berantakan karna jambakan dari Rini. yang membuat Rini mengepalkan tangannya.
" Gavin " ucap Rini
Gavin hanya menatapnya dingin. yang membuat semua yang di sana ketakutan . ya Gavin memang kakak kelas yang terkenal ganteng ,dingin dan cuek tapi kalau marah sangat menakutkan.
" jangan pernah ganggu Rasel lagi atau kau akan tau akibatnya " ucap Gavin dingin.
semua orang yang di sana benar- benar takut.
" ma...maaf " jawab Rini dengan tergagap
" kau tadi bicara aku seolah pacarmu bukan ? sudah ku peringatkan berkali- kali kalau aku bukan pacarmu " ucap Gavin tegas.
" maaf Gavin tapi aku benar- benar jatuh cinta sama lo tapi kenapa lo gak pernah melirik gue bahkan gak pernah menganggap gue ada " jelas Rini
" lo.benar- benar wanita tak tau malu. sudah berkali- kali ku abaikan tapi lo sungguh tak peka dengan semua itu. sudah ku tegaskan aku tidak pernah jatuh cinta sama lo. jadi jangan pernah berharap lebih apa lagi mengaku sebagai pacarku " jelas Gavin dingin.
Rini yang mendengar itu seakan malu di buatnya karna Gavin berkata demikian di hadapan banyak orang. dan mereka semua berbisik- bisik.
" benar- benar cewek tak tau malu"
" iya gak peka ni cewek "
" kalau gue udah ku pastikan mulutnya gue lakban tu cewek "
bisik- bisik dari mereka yang masih terdengar oleh Rini. Rini yang mendengar itu benar- benar malu dan langsung pergi dari sana. yang langsung di sorak oleh semuanya.
" hhuuuuu dasar kakak kelas jahat " seru mereka kepada Rini.