saat pagi hari seperti biasa keluarga mereka sarapan pagi bersama . Tapi terdengar ada suara sepeda motor dan ternyata itu Gavin .
mbok minah yang melihatnya langsung buru- buru masuk kedalam dan memberitahu Rasel.
" non didepan ada nak ganteng yang kemarin " ucap mbok minah
Rasel melongo tak percaya Gavin akan datang sepagi ini . Rasel langsung berdiri dan keluar.
" ajak sarapan bareng Sel " ucap papa Rasel
Langsung saja Rasel menemui Gavin .
" kak Gavin "
Gavin hanya tersenyum.
" kakak kenapa ? kok tiba-tiba kesini ?"
" jemput kamu Rasel ayo berangkat bareng " ucap Gavin
Rasel seperti tak percaya dia hanya bengong dan menatap Gavin. Gavin yang menyadari itu langsung melambaikan tangannya di depan wajah Rasel. Dan membuat Rasel sangat terkejut . Rasel hanya meringis .
mamanya Rasel ternyata dari tadi berdiri di pintu dan melihat mereka. Tapi mereka sama sekali tak menyadari keberadaan mama Rasel.
" ehemz " mama Rasel berdehem yang membuat Gavin dan Rasel tersenyum kikuk.
" ajak masuk Rasel ayo sarapan bareng " ucap sang mama
Rasel hanya mengangguk dengan pipi yang memerah karna malu tak menyadari mamanya yang dari tadi ada di belakangnya .
" kak ayo masuk dulu sarapan dulu " ajak Rasel
" tapi aku udah sarapan Sel " jawab Gavin
" gakpapa kak sarapan lagi bareng aku " ucap Rasel yang membuat Gavin gemas.
" baiklah kalau itu maumu aku turuti "
" nah gitu dong kak " sambil tersenyum lebar
Gavin lalu turun dari motornya dan melepas helm.nya kemudian masuk ke dalam.
" pagi om ,tante " sapa Gavin
" pagi juga " jawab mereka bersamaan sambil tersenyum manis.
" sini duduk ayo sarapan bareng" ucap sang papa
Gavin menganggukkan kepala dan duduk di sebelah Rasel . mereka memakan sarapan mereka sampai habis sambil mengobrol. setelahnya Gavin dan Rasel berpamitan mau berangkat sekolah. Gavin sungguh sangat bahagia karna keluarga Rasel sangat baik sekali. padahal masih pertama mereka bertemu. sesampainya di sekolah seperti biasa Gavin membantu Rasel melepas helmnya yang tak lepas dari pandangan anak- anak yang ada di sana salah satunya Raka dan Sela. Raka yang melihat langsung kepalanya mendidih seperti mau meletus.
" ayo" ajak Gavin
Rasel hanya mengangguk.
mereka berjalan beriringan sampai Rasel mengernyit karna Gavin berjalan tak menuju kelasnya.
" kak kok kakak malah kesini bukannya kelas kakak ada di sebelah sana ya? " tanya Rasel sambil menunjuk jalan arah ke kelasnya Gavin
" aku antar kamu sampai depan kelas kamu dan memastikan kamu aman sampai kelas hahahah "
" ihhhh kak Gavin mulai deh " ucap Rasel sok ketus padahal wajahnya udah seperti kepiting rebus. mereka tetap berjalan beriringan sampai menjadi pusat perhatian semua anak- anak yang di sana. termasuk anak- anak cewek yang suka sama Gavin. jangan lupakan pandangan mereka ke Rasel seperti singa yang kelaparan.
" sial cewek itu lagi "
" kita harus bikin perhitungan sama tu bocah berani sekali dia "
salah satu di antar mereka tersenyum miring
" liat aja nanti dia bakal nyesel karna udah merebut Gavin dari kita "
ucapan mereka .
Gavin dan Rasel sampai di depan kelas Rasel.
" masuk gih " perintah Gavin
" iya kak. makasih banyak ya kak "
" lhaa situ mulai lagi " sambil tersenyum
Rasel meringis dan Gavin benar- benar gemas dengan gadis di depannya ini. sampai tak sadar mengelus puncak kepala Rasel.
setelahnya Rasel masuk dan Gavin kembali ke kelasnya.