Part 19

1345 Kata

Bisma Ardhana Kuhentikan mobil saat akan melintasi perbatasan. Hari sudah semakin gelap, suara qori’ dari masjid sudah terdengar. Aku tahu jalan menuju kota masih sangat panjang, jika aku lewati sekarang bisa berbahaya karena harus melewati jalanan tanpa rumah penduduk dan seingatku sangat gelap waktu pertama kali kami menjemput Aulia dulu. Aulia masih menunduk memainkan ujung bajunya dan baru aku sadari kalau Aulia memakai pakaian lusuhnya dulu. Meski aku dulu illfeel melihat penamplannya, tapi sekarang dengan wajahnya yang segar dia tetap cantik. Benar kata Fathan kalau wanita cantik itu karena ada dananya karena sejatinya wanita itu cantik. Kusandarkan tubuh lalu menggusah napas. Pikiranku memang sedang kacau setelah mendapat kiriman foto-foto Aula dan Kevin di dalam lift. Ternyata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN