“Gimana, El?” Suara penuh tuntutan itu membuyarkan pikiran Noel yang sedang mempertimbangkan banyak hal di kepalanya. Tidak, Noel bukan ragu, sama sekali bukan itu—Noel hanya ingin menjawabnya secara diplomatis. “Kalau sampai seperti itu, Noel bersedia lakuin apa pun, Om. Mundur dari posisi Noel pun kalau memang pihak kampus memintanya akan saya lakukan.” Gibran diam, masih menunggu jika memang Noel ingin menambahkan apa pun dalam ucapannya.s “Tentu saya juga akan damping Aran supaya pikirannya tidak dipengaruhi hal-hal yang mungkin akan merugikannya. Saya akan berusaha dan bertanggungjawab dengan apa pun yang terjadi kalau Aran sudah jadi istri saya nanti.” Pria paruh baya di hadapannya mengangguk kecil, menunduk sebentar sebelum menaikan lagi pandangannya. “Kapan kamu akan bawa Pap

