“Hah?” “Apa, Yah? “Maaf, Om?” Semua yang ada di sana silih berganti bersuara, atau bahkan lebih tepatnya suara mereka saling tumpang tindih, menatap ke satu arah di mana kepala keluarga Hermawan berada. “Kalian nggak salah dengar, jadi nggak perlu raguin telinga kalian sendiri.” Ucap Gibran. “Ayah…” “Aku serius, Anna. Aku minta El, untuk nikahin Aran hari ini juga kalau memang nggak ada yang perlu kita permasalahkan soal bagaimana akad akan dilangsungkan.” Semua seolah menahan napas mereka, seolah memastikan apa yang didengarnya nyata atau hanya halusinasi saja. “A-anu Mas Gibran, apa nggak terlalu tergesa-gesa? Niat kami sekeluarga ke sini kan sebenarnya untuk membicarakan pernikahan, bukan langsung melangsungkan pernikahan Aran dan Noel.” Ardi, selaku kepala keluarga bersuara set

