"Wahai tuan yang baik hati, ini dimana?" tanya Lia pada Advaya. Advaya menoleh ke arah Lia dan tersenyum kecil. "Lia, kau ada di tempatku, dan sebentar lagi tempat ini akan menjadi tempatmu juga." Jawab Advaya. "Menjadi tempatku?" tanya Lia bingung. Lia mengerutkan keningnya, dan itu terlihat lucu bagi Advaya. "Ya benar, tempat ini akan menjadi milikmu beberapa hari lagi," ucap Advaya dengan senyum misteriusnya. "Benarkah?" tanya Lia senang. Advaya mengangguk dan membelai pipi mulus Lia. .................................. Prang Bunyi guci pecah. Agri bagaikan orang gila yang sedang kesurupan, ia tak bisa mengontrol emosinya. Lia hilang 10 jam yang lalu. Ini sudah malam, ia bahkan tak berselera untuk makan, bahkan melihat bentuk dan macam makanannya saja ia tak sudi. Darman, sa

