Edwin Calin tak bisa berbuat apa-apa ketika tahu bahwa Agri mengancam perusahaannya, Agri tak hanya membatalkan kerja sama mereka secara sepihak, tapi juga mengancam investor lain yang berinvestasi pada perusahaannya. Ucapan Calista di publik tempo hari membuat malapetaka baginya. "Calista apa yang kau lakukan?" tanya Edwin sambil menahan kuat emosinya. Calista duduk terdiam di kursi yang ia duduki, ia baru saja mendapat amukan dari ayahnya. Calista tak berani menjawab pertanyaan ayahnya. "Jawab papa Calista, apa yang kau katakan di depan publik mengenai putri bungsu Farikin?" tanya Edwin tajam. "Papa yang Calista lakukan ini benar, perempuan itu yang sengaja menggoda Agri, bukankah Agri akan segera menjadi tunangan Calista?" jawab Calista. Odwin, sang kakak memijit pelipisnya. "Ja

