"Oh tuan pemilik dompet!" seru Lia dari samping rumah. Gadis 20 tahun itu sedang sibuk mencakar tempat sampah yang disediakan di samping rumah mewah Farikin, tak sengaja pendengarannya mendengar suara-suara orang berteriak, Lia memutuskan untuk pergi ke arah tersebut, arah dimana semua orang sedang berkumpul dengan situasi luar biasa tegang. "Lia..." gumam Agri dengan suara serak. Sejujurnya, Agri sangat merindukan gadis tempat sampahnya, semenjak Lia di ambil kembali oleh keluarga Farikin, Agri tak bisa tidur, pasalnya sejak Agri membawa Lia tinggal di rumah barunya selama seminggu, seminggu itu pula Agri tidur sambil memeluk gadis lugu dan polos itu. Arsyad dan Arya membelalakkan mata mereka, Meisa apa lagi, ia sudah seperti cacing kepanasan, Attala dan Pasha melebarkan mata mereka.

