Part 40

1497 Kata

"Apa!" seru seluruh anggota keluarga Farikin terkaget. Attala tak menyangka bahwa putri bungsunya akan secepat ini dilamar oleh orang lain. Sedangkan Pasha cengo, dia berpikir mungkin saja pendengarannya sedang bermasalah, Meisa dan Arsyad apalagi, mereka bahkan tak percaya dengan pendengaran mereka. Vania dan Ninik menjatuhkan rahang bawah mereka tak sadar, sedangkan Arya mematung. "Kami datang kesini dengan maksud melamar adinda Lia, tuan Attala." Ucap Darman sekali lagi. Untuk sesaat suasana di dalam ruang tamu itu terasa sunyi karena semua orang terdiam dalam pikiran mereka. Attala dan yang lainnya menoleh ke arah Lia lalu ke arah Agri yang sedang memandangi Lia intens. Lia sendiri tak menghiraukan pembicaraan keluarganya dan Agri. "Tidak bisa!" seru Arya setelah sadar dari kek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN