Percuma kau mengeluarkan banyak kata-kata bila di dalam hatimu saja masih banyak menyimpan cerita tentang dia. Agak sedikit ragu, Kiki tak berani mengeluarkan suara ketika mobil Wahid terpakir di rumah besar bergaya minimalis di daerah Jakarta Selatan. Setelah perjalanan tak begitu jauh dari rumah Nada tadi, kini Kiki harus mempersiapkan dirinya bertemu dengan perempuan yang telah melahirkan Wahid ke dunia ini. Namun dalam hatinya terus saja bertanya-tanya, apa dia siap? Apa benar seperti ini yang ia inginkan? Atau masih ada keraguan atas laki-laki yang telah ia pilih ini. Kadang percuma juga bila Kiki sudah begitu yakin namun Wahid sendiri belum yakin terhadap dirinya sendiri. Apalagi Kiki sebagai seorang perempuan hanya bisa menunggu keputusan. Kalau keputusan itu sesuai dengan hatin

