Berhentilah mencari lagi, dan biarkan aku menjadi seperti apa yang kau inginkan. "Jadi?" tanya Kiki memulai pembicaraan. Mereka berdua kini sedang duduk di sebuah restoran siap saji yang kebetulan tak jauh dari tempat tinggal Wahid. Setelah tadi ada adegan mengharukan serta membahagiakan untuk Kiki, akhirnya perempuan itu menunggu penjelasan dari Wahid mengenai segala hal yang belum mau dia bagi kepada Kiki. "Apa?" tanya Wahid berusaha menyembunyikan perasaan malunya. "Kok malah tanya, apa? Bukannya ada yang butuh didengarkan?" ucap Kiki memandang wajah Wahid yang berada di depannya. Kedua tangan gadis itu ia tekuk di atas meja, untuk dijadikan sebagai tempat menopang kepalanya. Dari jarak sedekat ini, Kiki benar-benar merasa terhipnotis memandang wajah Wahid yang sangat mulus da

