Hanya ada kata dalam kehampaan di mana nyatanya aku mencintaimu namun tak berani kuungkapkan. Sebab kutahu, mengatakan segalanya tak menjamin memilikimu di pelaminan. Kiki ingin sekali berteriak frustasi. Sebab sudah hampir dua minggu dia berada di kampung, dan dia tidak melakukan rutinitas apapun. Ia hanya tidur, bangun, membantu ibunya semampunya, lalu tidur kembali. Jujur saja dia tidak berani keluar rumah, sebab semakin sering ia menampilkan diri di depan orang banyak maka semakin banyak juga pertanyaan yang mereka pertanyakan. Mulai dari pertanyaan tentang kuliahnya yang terkesan sia-sia karena sampai detik ini Kiki tak bekerja, hingga pertanyaan tentang jodohnya yang kapan bisa datang meminangnya. Kiki paham tipikal manusia berbeda-beda. Ada yang semakin ditutupi maka akan semakin

