Jatuh cinta kepadamu bukan sebuah kesengajaan. Dan aku memilih mencintaimu dalam doaku sambil berharap Tuhan mendengarkan semua pintaku. "Lo enggak sakit hati kan sama Nada?" tanya Agam kepada Wahid yang duduk terdiam di depan teras kontrakannya. Lalu kemudian ia memilih duduk di samping Wahid sambil membawakan dua cangkir kopi yang masih mengepulkan asapnya. Wahid memang baru saja datang dari Jakarta dengan tujuan membawa Nada kembali ke Jakarta sesuai keinginan Syafiq. Namun mendapat penolakan mentah-mentah dari Nada membuat ia cepat-cepat mengurungkan niatnya. Hadiah yang ia bawa sebagai sambutan kelahiran putra mereka saja tidak mempan. Apalagi Wahid memaksa Nada pulang. Bisa-bisa tubuh Wahid habis diserang sepupu ganasnya itu. "Sakit hati kenapa?" tanya Wahid pura-pura bingung. Ia

