Manusia sering kali menangisi sesuatu yang tak mampu ia miliki. Mencari apa yang telah hilang dalam hidupnya. Akan tetapi selalu menyia-nyiakan yang tetap tinggal di sisi. Keadaan tidak nyaman mendadak Kiki rasakan ketika tatapan dari manik mata hitam milik laki-laki itu tak kunjung beranjak darinya. Dia sudah mencoba bergerak ke semua sisi, berceloteh manja dengan anak laki-laki Nada dan Agam, tetap saja sosok itu tak ingin kehilangannya sedetik pun. Padahal bukannya sebelum ini Wahid yang meninggalkannya pergi. Haruskah Kiki mengingatkan laki-laki itu kembali bila dirinya lah yang membuat kesenjangan ini terjadi. "Cakep kan anak gue, Ki." Bangga Nada pada sahabatnya itu. Kiki hanya menanggapinya dengan senyuman. Berulang kali ia menciumi bayi tersebut sambil menghirup aroma harum yan

