Bab 28

1147 Kata

Asal kau tahu, perempuan itu semua sama. Diawal malu untuk mencoba, namun diakhir selalu menangis bila kau tidak ada usaha untuk mendekatinya. "Assalamu'alaikum, Bu. Ada apa?" salam Wahid ketika panggilan telepon masuk dari ibunya ia jawab. Sambil memasukkan satu tangan ke dalam sakunya, dia mendengarkan setiap kata yang ibunya bicarakan dengan jelas. Sesekali Wahid akan tertawa menanggapi kalimat-kalimat tersebut. Namun tidak bisa dia pungkiri bila Wahid juga merindukan ibunya yang selalu saja senang menggodanya seperti ini. "Kapan kamu balik ke Jakarta?" "Sabar, Bu. Nada belum mau dibujuk untuk balik." "Jadi kamu ke Malang demi Nada?" tanya Umi dengan kalimat seakan tidak percaya. "Iya, Bu. Kemarin kebetulan bang Syafiq minta bantuannya. Udah beberapa minggu ini Ayah Fatah stay di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN