Bab 27

1233 Kata

Hijrah bersamamu seperti halnya mengupas bawang. Untuk mendapatkan isi yang bersih agak mustahil kita tidak mengeluarkan air mata saat melakukannya. Pagi ketika Wahid dan Kiki kembali mendatangi kontrakan Nada, mereka berdua mendapatkan pelototan tajam dari ibu muda itu. Kedua tangannya sengaja dilipat pada bagian d**a, sambil menunjukkan ekspresi tidak sukanya kepada Wahid dan Kiki. "Nada, kok ada Kiki sama Wahid enggak disuruh masuk?" tanya Sabrin yang mendatangi mereka semua sambil menggendong cucunya. "Ngapain disuruh masuk. Nanti buat rumah Nada jadi kotor sama kelakuan mereka berdua," celetuknya kasar. "Hust, enggak boleh gitu. Kamu kenapa bisa ngomong begitu, Nada? Memangnya apa salahnya Kiki sama Wahid?" "Duh, Ibu tuh enggak tahu aja. Mereka berdua tuh udah ketularan pergaulan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN