Begitu tiba, mereka berdua dikejutkan dengan seorang wanita muda yang datang marah-marah. Wajahnya begitu merah karena kepanasan. “Mbak, ada apa?”tanya Fariz. “Saya cari Lion, Mas. Apa benar,ini rumahnya Lion? Tadi, saya kejar, dia masuk ke sini.” Fariz dan Adis bertukar pandang, kemudian menatap gadis itu dengan saksama. “Betul, Mbak. Ada apa, ya? Apa adik saya bikin ulah sampai kejar-kejaran ginu?” “Dia melarikan beha saya, Mas!” “Apa?” Adis dan Fariz berteriak bersamaan. “Beha?”Adis menegaskan. “Iya. Beha saya yang jumbo! Memangnya dia itu punya penyakit aneh,ya, Mas. Kok sampai begitu.” Gadis itu mulai mengomel. Mencari ukuran beha sama seperti mencari jodoh. Sulit ketemu yang pas. “Duduk dulu, Mbak.” Adis menarik wanita itu duduk di kursi teras. Lalu, menatap Fariz agar memang

