"Kamu kalau sedih makannya banyak, ya, Dis?" "Ya gitu deh, Pak," kata Adis terus mengunyah makanan dari piring keduanya. Sementara Fariz sudah menyelesaikan makan siangnya. Sekarang ia tengah menonton Adis makan dengan begitu lahap. "Rugi dong kalau bikin kamu sedih." Fariz tertawa. "Makanya bahagiain saya, Pak." "Caranya?" Fariz menopang wajah dengan kedua tangan sambil menatap Adis dengan serius. "Eh. Iya, Ya...gimana ya? Beliin celana dalam yang banyak mungkin. Sebagai gantinya yang kemarin.” "Jadi sumber kebahagiaan kamu tuh celana dalam, ya?" Adis mengangguk saja, mulutnya sedang penuh makanan. "Kalau sumber kebahagiaan saya, sih dari isinya." "Hah? Isi apa, Pak?" "Isi celana dalam." Adis menelan makanannya dengan susah payah, lalu meneguk air mineral."Hah, Bapak ini ...bi

