Bab 12

1070 Kata

Adis menatap Marco tak percaya. Bagaimana bisa Marco ada di kontrakannya. Yang tahu dimana kontrakannya hanyalah Nana dan Fariz. Mungkinkah Fariz memberikan alamatnya pada Marco. “Saya enggak nerima tamu!” ucap Adis ketus. Ia melayangkan tatapan tajamnya pad MArco agar lelaki itu sadar. Marco tersenyum dengan sabar. Sangat mudah untuk memancing emosi Adis. “Saya ini, kan bukan tamu. Lagi pula udah izin dong sama yang punya kontrakan serta memberi tahu apa hubungan kita yang sebenarnya. Udah deh jangan ngelak.” Adis memejamkan mata, menarik napas panjang, lalu menatap Marco serius.“Udah, Marco. Saya udah tenang dengan hidup saya yang sekarang. Lebih baik kita hidup masing-masing. Jangan ganggu hidupku.” “Adis…kamu enggak kangen aku?” Pertanyaan macam apa itu, rutuk Adis di dalam hati.“

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN