"Kak, hari ini aku mau belanja yang banyak." Aku menoleh ke Sifa. Dia baru saja duduk di kursi ruang makan. Tidak membantuku membuat sarapan, tapi langsung makan. Seperti ratu saja dia. "Ma, ternyata gak enak, ya, punya ratu di rumah. Kerjaan tinggal makan. Gak bantuin apa pun." Cinta meletakkan gelas teh hangat ke atas meja. Cinta memang membantuku memasak pagi-pagi. Apalagi saat dia sedang libur begini. "Gak usah nyindir-nyindir, deh. Tadi kelupaan mau bantuin." Mas Seno langsung melirik Cinta, kemudian menggeleng. Menyuruhnya duduk. Kami sarapan dengan nasi goreng. Aku berkali-kali melirik Mas Seno yang memakai baju santai, dia juga libur kerja hari ini. "Eh, iya, Kak. Aku mau minta uang, habis, nih. Buat belanja baju." Aku hanya melirik saja. Untung uang Mas Seno sudah ak

