Raga menarik kerah kemeja Safir, lalu menghempaskan sang adik di lantai ruang kerja sang adik begitu saja. Jika menuruti emosi, Raga pasti sudah memukul Safir dengan sekuat tenaga. Titik masalah yang ada saat ini, semuanya berpusat pada Safir. Andai Safir tidak pergi dengan perempuan lain sebelum acara pernikahan digelar, Raga pasti tidak akan berada dalam kegusaran seperti sekarang. “MAS!” “Dengar.” Raga menghampir Safir dan berjongkok dengan cepat di samping sang adik yang baru saja terjatuh di samping meja kerja. “Gara-gara kamu main perempuan sehari sebelum pernikahan, akhirnya aku sama Lintang yang jadi korban.” Safir menelan ludah. Dari mana Raga tahu akan hal tersebut? “Mas—” “Biya, sudah balik ke rumahnya,” sela Raga sambil menepuk pipi Safir dengan keras. “Pagi, tadi! Mereka

