Bab 40

1412 Kata

“Maaf, tadi siang Bapak ada urusan mendadak.” Anwar segera beranjak dari kursinya, untuk menghampiri Lintang yang baru masuk ke ruang kerjanya. Gadis itu, kembali mendatangi kantor Anwar sore harinya untuk membicarakan sesuatu. “Duduk dulu.” Lintang mengangguk, kemudian menjatuhkan tubuhnya dengan perlahan pada sofa yang sama ketika ia datang tempo hari. “Aku sudah bicara sama pak Yadi di telepon. Beliau bilang, Bapak yang minta pak Maha untuk—” “Pengacaramu sudah melakukan “negosiasi” dengan Aris, pengacaranya Raga,” putus Anwar cepat, agar Lintang tidak salah paham. “Makanya, proses perceraianmu masih menggantung sampai sekarang. Karena itu, papa minta Maha membereskan semuanya, karena dia nggak akan melakukan negosiasi apapun dengan pihak Raga.” “Oh …” Lintang melepas ucapannya denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN