Pagi hari aku terbangun dan mendapati diriku masih berada di pelukan Jungkook. Mengingat tadi malam kami berciuman dengan penuh gairah tiba-tiba saja aku menjadi malu.
Luna kamu gila. Lagi-lagi kamu cium Jungkook duluan. Aku memejamkan mata kembali saat Jungkook tiba-tiba saja melakukan gerakan.
Entah apa yang di lakukannya yang jelas aku tidak berani membuka mataku sekarang.
Perlahan kurasakan Jungkook menarik lengannya yang menjadi bantalku semalaman. Tak lama wajahku terasa di sentuh olehnya. Aku tidak bisa lagi menyembunyikan diri dalam tidur pura-puraku ini. Akhirnya perlahan ku buka mataku dan Jungkook tersenyum persis di depan wajahku.
" Good morning tuan putriku."
Ah kenapa mendengarnya memanggilku seperti itu tiba-tiba saja membuat jantungku seperti akan lepas dari tempatnya? Padahal Jungkook hampir setiap hari memanggilku dengan panggilan mesra seperti ini tapi selama ini aku tidak terlalu merasa tersanjung dengan panggilannya. Beginikah rasanya jatuh cinta? Ah tapi aku tak merasakan rasa seperti ini saat bersama Sehun.
" Good morning Jeon Jungkook." Balasku yang juga tersenyum padanya.
CUP.
Jungkook tiba-tiba mengecup sekilas bibirku.
" Mwoya? (*apa-apaan?)." Ucapku heran dengan kecupannya yang tiba-tiba itu.
" Morning kiss sayang." Jawabnya sambil nyengir.
" Morning kiss?" Tanyaku.
Dia menganggukkan kepala. Aku tersenyum melihat wajahnya yang menggemaskan.
Tanganku ku letakkan pada kedua pipinya. Kutarik dia mendekat dan ku lumat bibir tipisnya sekilas.
" Biar ku tunjukkan namanya morning kiss Tuan muda Jeon."
Kutarik kembali wajah Jungkook dan kembali ku lumati bibirnya. Entah kenapa aku jadi agresif setiap bersama pria yang sudah menjadi suamiku ini.
Jungkook melepaskan pagutanku sejenak.
" Istriku rupanya nakal ya?"
Setelah mengatakan hal itu, Jungkook kembali melumati bibirku.
Jungkook melumati bibirku penuh gairah. Aku mengikuti ritme ciumannya. Entah kenapa tubuhku terasa panas padahal cuaca sedang dingin. Cukup lama kami melakukan morning kiss dan akhirnya Jungkook kembali melepaskan pagutannya dari bibirku.
" Haruskah kita melakukannya sayang?"
Aku membelalakkan mata mendengar pertanyaan Jungkook.
" Mmm.. mmelakukan apa?" Tanyaku yang tiba-tiba menjadi gagap.
" Heii istriku yang agresif tadi tiba-tiba tidak mengerti hal seperti ini?"
Jungkook tersenyum kemudian menyelipkan anak rambutku ke belakang telinga.
" Sayang sudah siap belum?" Tanyanya sekali lagi.
Bukan aku tidak mengerti pertanyaannya tapi....
" Bb.. bboleh kalau kita menundanya lagi? Aku....aku belum siap untuk melakukannya." Pintaku masih tergagap.
CUP.
Jungkook mengecup sekilas keningku kemudian tersenyum.
" Baiklah. Tidak apa-apa sayang. Aku akan menunggu sampai kamu siap. Saat ini aku sudah sangat bersyukur atas kesempatan yang kamu kasih buat aku. Aku berterima kasih untuk itu dan aku juga berjanji akan menjadi suami yang lebih baik lagi untukmu."
Jungkook bangkit dari atasku kemudian bergegas turun dari ranjang.
" Ku siapkan sarapan dulu ya?"
" Jungkook?" Panggilku saat Jungkook sudah berjalan menuju pintu kamar.
Dia berhenti kemudian menoleh padaku.
" Ada apa sayang?"
" Hari ini apa aku boleh ikut kamu latihan?" Tanyaku.
" Kenapa pakai bertanya segala? Kamu boleh ikut aku kemanapun sayang." Ucapnya lembut sekali.
" Aku siapin sarapan dulu buat kita ya. Kamu siap-siap dulu aja." Sambungnya yang kembali berjalan ke arahku kemudian mengecup singkat bibirku lagi dan kali ini Jungkook benar-benar pergi meninggalkan kamar setelah mengecupku barusan.
***
Aku dan Jungkook sampai di dorm bangtan.
" Hyung? Kookie datang dengan adik ipar kalian." Teriak Jungkook begitu kami masuk ke dalam dorm.
Jungkook menarikku masuk. Dia tidak pernah melepaskan pegangan tangannya dariku sejak turun dari mobil tadi.
" Woaaaa. Annyeong Luna."
Seperti biasa suara sapaan mereka terdengar hampir seperti paduan suara.
" Annyeonghaseyo oppa semuanya." Aku membungkuk membalas sapaan mereka.
" Tumben ikut ke sini Luna? Kerjanya libur?" Jhope oppa bertanya padaku.
" Ah iya oppa. Karena hari ini libur, Luna minta ikut Jungkook ke sini. Boleh kan?" Tanyaku meminta persetujuan mereka.
" Boleh dong adik ipar yang cantik." Jawab taehyung oppa.
" Yak hyung. Jangan memanggilnya cantik. Cukup Luna atau adik ipar saja." Tegur Jungkook yang menurutku berlebihan.
Aku tersenyum canggung akibat ulah Jungkook barusan.
" Yak bontot. Jangan terlalu posesif pada istrimu nanti dia cepat bosan denganmu." Ucap Jimin oppa.
" Sok tahu." Jawab Jungkook sinis.
" Coba saja. Nanti Luna lama-lama bosan terlalu di posesifin."
" Kookie tidak posesif ke semua yah? Hanya sama kalian saja. Karena kookie tahu kalian buaya semua."
" Woooooo. Buaya ngomong buaya." Ucap Jimin oppa sambil melempar remasan kertas pada Jungkook.
Aku tertawa melihat tingkah mereka.
" Luna? Oppa penasaran, bontot romantis tidak?"
Taehyung oppa tiba-tiba bertanya padaku dengan pertanyaan yang random.
" Romantis? Mmmm.. Gimana yah? Lebih ke ngegombal kayanya sih." Jawabku sambil mengulum senyum menatap wajah Jungkook.
" Hei sayang kok kamu gitu?" Jungkook protes padaku.
" V? Kamu salah nanya. Harusnya pertanyaannya bukan pertanyaan umum seperti itu." Suga oppa tiba-tiba bicara.
" Lalu apa hyung?" Tanya taehyung oppa terlihat penasaran.
" Pertanyaannya bagaimana bontot di ranjang? Banyak variasi apa tidak? Hahaha."
Aku terkejut mendengar candaan dari yoongi oppa. Aku tahu sih biasanya pria memang sering bercanda hal-hal seperti ini tapi ternyata jika langsung berhadapan dengan candaan seperti ini rasanya aku tiba-tiba ingin menghilang dari hadapan mereka dengan membawa serta Jungkook bersamaku. Bukan karena malu tapi lebih karena kasihan pada Jungkook. Aku mungkin bisa menghindari pertanyaan seperti ini karena aku perempuan tapi Jungkook? Aku memikirkan mungkin saja dia tidak bisa menjawab candaan hyungnya. Ya bagaimana akan bisa menjawab? Pasalnya sampai detik ini aku dan Jungkook bahkan belum juga melakukannya. Kami hanya berani sebatas berciuman saja. Lebih tepatnya bukan kami sih tapi aku.
" Yak yoongi hyung, jangan membuat telinga istriku harus mendengar hal-hal m***m seperti itu." Ucap Jungkook yang tiba-tiba menutupi telingaku.
Entah kenapa hal-hal yang dilakukan Jungkook selalu penuh kejutan untukku. Bahkan hanya gerakan menutup telinga saja bisa membuat jantungku berdetak hebat.
" Lagian kamu ini ada-ada saja pertanyaannya yoongi. Pertanyaan seperti itu cukup keterlaluan untuk perempuan." Jin oppa terlihat mengomeli yoongi oppa sambil asyik dengan game nya.
" Mian (*maaf ) hyung." Ucap Yoongi oppa.
" Ah maaf juga untukmu Luna." Ucap yoongi oppa padaku.
" Gwaenchanayo oppa (*tidak apa-apa oppa)" Jawabku dengan tersenyum canggung.
Kulihat hanya namjoon oppa yang duduk diam sambil fokus dengan bukunya.
" Jam berapa kalian siap latihan?"
Baru saja ku katakan bahwa hanya Namjoon oppa yang duduk diam, dia sudah mengeluarkan kalimatnya dengan bertanya pada semua member tentang kesiapan latihan.
" Sekarang pun kami siap Joon." Jawab Jin oppa yang di amini oleh semua member.
Dan akhirnya pun mereka memulai latihan. Aku duduk bersila di lantai sambil melihat BTS berlatih. Aku jadi berpikir mereka terlihat seperti pribadi yang sangat berbeda ketika mereka sedang dalam mode bernyanyi sambil menari seperti ini. Aku jadi membayangkan bagaimana mereka perform yang sesungguhnya yah jika melihat mereka latihan saja sudah begitu terlihat perbedaannya?
Aku mengeluarkan ponsel kemudian merekam latihan mereka. Ku arahkan kamera ponselku mengikuti gerakan Jungkook. Awalnya terlihat biasa saja tapi tiba-tiba Jungkook menarik kemejanya ke atas dan memperlihatkan otot perutnya.
Aku langsung menghentikan video yang kurekam kemudian menurunkan kamera. Jujur saja aku terkejut. Baru kali ini aku melihat bagian tubuh Jungkook yang biasanya tertutup. Tiba-tiba saja aku jadi salah tingkah sendiri. Ku ambil botol air mineral di sebelahku dan aku langsung meneguknya cepat untuk menetralisir rasa gugup. Kalau di pikir-pikir lucu kan? Aku gugup hanya karena tak sengaja melihat otot perut Jungkook yang hanya hitungan detik saja.
Eh tunggu dulu, jika memperlihatkan otot perut ini adalah bagian dari dance lagu BTS jadi abs Jungkook bisa di nikmati semua orang dong? Seketika aku jadi cemburu memikirkan harus berbagi otot perut Jungkook dengan semua orang.
Sekitar dua jam akhirnya latihan selesai. Jin dan suga oppa yang meminta. Katanya mereka sudah tidak lagi muda sehingga mudah lelah.
Jungkook berjalan ke arahku dan melihatnya penuh keringat, aku berinisiatif mengambilkan handuk kemudian menghampiri suamiku dan mengelap tubuhnya yang hampir basah semua.
" Biar aku saja yang mengeringkan keringatku sayang. Ini bau." Ujarnya ingin mengambil alih handuk yang kupegang.
" Tidak apa-apa. Diamlah, biar aku yang mengeringkannya." Ujarku kekeuh untuk membantunya.
Aku mengelap wajahnya, leher bahkan tubuhnya. Tanganku terhenti saat mengeringkan tangan kemudian menyusuri d**a bidangnya. Seketika aku teringat dancenya yang memamerkan otot perut.
" Wae? (*kenapa?)" Tanya Jungkook saat menyadari aku terdiam ketika menyentuh d**a bidangnya.
Aku tersenyum canggung kemudian memberanikan diri melanjutkan mengeringkan tubuh Jungkook.
" Woaaa mwoyaaa kalian bermesraan di depan jomblo seperti kita?" Protes taehyung oppa.
Aku menoleh pada taehyung oppa kemudian tersenyum menunjukkan gigi.
" Hehe oppa cemburu? Mau di lap juga keringatnya?" Tanyaku yang langsung di protes Jungkook.
" Sayang kamu mau mengeringkan badan hyung juga? Andwae (*tidak boleh)" Ucapnya dengan wajah yang menggemaskan.
" Mau dong Luna cantik." Taehyung oppa malah semakin menggoda Jungkook.
" Yak hyung." Protes Jungkook keras pada Taehyung oppa.
" Sayang? Jangan!" Ucapnya merengek padaku. Wajah merajuknya malah membuatku gemas sendiri.
" Ah matta keberangkatan kita ke LV sekitar dua minggu lagi. Tolong jaga kesehatan kalian. Untuk yang ingin membawa pasangan harap berhati-hati." Ujar Namjoon oppa yang membuat topik pembicaraan kami berubah.
" Luna? Apa kamu ingin ikut ke LV?" Tanya Jimin oppa padaku. Jungkook ikut menoleh padaku penasaran dengan jawabannya.
" Mmmm... Luna belum tahu oppa karena Luna bekerja jadi tidak mungkin banyak cuti." Jawabku.
" Loh bukankah kamu bekerja di perusahaan papa kamu?" Tanya Jimin oppa lagi.
" Iya oppa tapi Luna bekerja secara profesional. Identitas Luna juga di tutupi dari karyawan yang lain. Jadi Luna harus seperti karyawan lain jika ingin mengajukan cuti." Jawabku menjelaskan.
" Kamu berhenti bekerja saja Luna, oppa rasa kookie sanggup membiayai semua kehidupan kamu."
" Ini bukan perkara sanggup atau tidak oppa. Luna percaya Jungkook mampu, dia bahkan tadinya mau memberikan black cardnya untuk Luna tapi Luna tolak. Bukan karena tidak menghargai Jungkook tapi Luna rasa gaji Luna saja sudah cukup dan Luna bekerja karena Luna suka saja bekerja di bidang ini." Jawabku.
" Oh gitu. Nanti kalau ku ajak Da Eun, dia tak ada teman dong kalau kamu tidak ikut. " Lanjut Jimin oppa.
" Sok sok an hyung bilang tak ada teman. Bukankah bagus jadi Da Eun bisa hyung ajak tidur di kamar bersamamu kan?" Taehyung oppa meledek Jimin.
" Haha kalau itu kamu tak perlu menyebutkannya V."
Kami semua tertawa mendengar jawaban Jimin oppa.
" Hyung? Setelah ini apa masih ada latihan lagi?"
Jungkook tiba-tiba bertanya pada Namjoon oppa.
" Sepertinya hari ini cukup segini dulu. Jin hyung bilang dia ada urusan keluarga. Memang kenapa? Kamu mau ada urusan juga?" Tanya Namjoon oppa.
" Aku ingin mengajak istriku jalan hehe." Ucap Jungkook.
" Oh gitu. Ya sudah pergilah! Tapi harap hati-hati dengan media ya?"
Setelah mendapat ijin dari member, Jungkook mengajakku ke kamarnya. Aku di suruhnya menunggu sementara dia akan membersihkan diri.
Aku menunggunya duduk di ranjang tunggal di kamarnya. Meski sudah pernah tidur di sini tapi aku belum familiar dengan suasana kamar. Ku edarkan pandangan ke seluruh ruangan dan pandanganku berhenti di nakas sebelah ranjang.
" Eoh? Bukankah ini fotoku? Sejak kapan sudah bertengger di sini? Sepertinya terakhir kali aku ke sini belum ada fotoku."
" Fotomu kutaruh disitu sejak aku selalu merindukanmu. Apalagi saat kemarin kamu mendiamkanku. Rasanya aku hampir frustasi."
Jungkook tiba-tiba masuk ke kamar sudah lengkap dengan pakaian yang rapi. Dia berjalan menghampiriku kemudian menuntunku berdiri.
Tiba-tiba saja dia memelukku kemudian mencium keningku cukup lama.
" Jangan mendiamkanku lagi ya sayang karena itu membuatku frustasi."
Dia melepaskan kecupannya kemudian menatap mataku.
" I love you Aluna."
Aku tersenyum melihat tingkahnya.
" Kenapa tidak di balas? Kamu tidak mencintaiku?" Ucapnya protes karena aku hanya tersenyum saja tanpa berniat membalas pernyataan cintanya.
" Aku akan balas kalau kamu bisa membuat jawaban bagus dari pertanyaanku ini." Ucapku.
" Pertanyaan? Pertanyaan apa?"
" Bagaimana kamu akan menjelaskan padaku tentang otot perutmu yang menjadi tontonan orang banyak?"
" Eoh?" Jungkook bingung dengan pertanyaanku.
Aku melepaskan diri dan menunjukkan video yang ku ambil saat latihan tadi.
" Aaahhh. Rupanya istriku cemburu?"
" Siapa yang cemburu?"
" Lalu kenapa bertanya seperti ini?"
" Ya... Aku....aku saja baru kali ini melihatnya tapi army wanita semua pasti sudah pernah melihatnya kan?"
Jungkook mengulum senyum memandangiku.
" Kenapa malah senyum-senyum?" Tanyaku mulai kesal.
" Baru kali ini istriku cemburu. Imut sekali." Ucapnya malah menggodaku.
" Ah sudahlah."
Aku hendak pergi meninggalkannya tapi Jungkook menahan tanganku. Di masukkannya tanganku ke dalam kaosnya di arahkannya telapak tanganku menyentuh otot perutnya.
" Army memang melihat otot perutku tapi yang memegangnya baru kamu sayang."
" Sewon?" Tanyaku spontan.
" Tidak pernah." Jawab Jungkook singkat.
" Jangan bahas Sewon lagi ya? Kita baru baikan." Sambung Jungkook.
Aku menganggukkan kepala.
" Jadi balasan pernyataan cintaku bagaimana? Aku kan sudah memberikan jawaban yang bagus." Ucap Jungkook padaku sambil mendekatkan wajahnya di depan wajahku.
" Mwoya? Kamu semanis ini mana mungkin aku tidak mencintaimu Jeon Jungkook."
" Coba panggil aku sayang." Pintanya.
" Sayang." Jawabku mengikutinya.
" Jawab yang lengkap dong cantik. Sayang aku juga mencintaimu. Ayo coba!" Ucap Jungkook menyuruhku membalas sesuai yang dia mau.
" Ayo dong." Sambung Jungkook sekali lagi.
Bukannya melakukan yang di suruh Jungkook, aku malah mencium bibirnya. Lagi-lagi aku berubah agresif padanya.
Selanjutnya kami malah berakhir saling melumat. Tanpa kami sadari ternyata pintu kamar tidak tertutup.
" Woaaaaa."
Kami langsung melepaskan ciuman saat mendengar suara. Kami menoleh ke arah pintu dan mendapati Namjoon, Jimin, Jhope dan Taehyung oppa melongo di depan pintu kamar.
Seketika aku terkejut dan mendorong Jungkook ke belakang.
" Maaf Luna kami tak sengaja melihatnya."
Akhirnya mereka semua kabur setelah minta maaf padaku.
Aku langsung memejamkan mata saking malunya.
" Jeon Jungkook gimana ini? Mereka melihat kita berciuman." Ucapku meratapi nasib.
" Sudah tidak apa-apa."
" TIDAK APA-APA GIMANA?" Aku malah membentak Jungkook.
" Ya tidak apa-apa sayang. Mereka juga sering ketahuan berciuman dengan pacarnya. Kalau kita jelas kan karena kita sudah suami istri jadi tidak perlu malu."
" LAGIAN KAMU KENAPA TIDAK MENUTUP PINTU SIH?" Omelku yang kemudian berjalan meninggalkannya langsung keluar dari dorm. Beruntung dalam perjalanan tidak ada satupun member.
***
Aku dan Jungkook sudah masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan aku hanya diam sambil memanyunkan bibir. Aku masih kesal dengan kejadian memalukan tadi.
" Sayang masih ngambek?" Tanya Jungkook sambil melihat ke arahku sekilas.
Aku tak menjawab malah makin memanyunkan bibir.
" Jelek tahu bibirnya di majuin gitu." Ujarnya lagi yang masih enggan untuk ku respon.
" Sayang mau tahu sesuatu di antara kami tidak? Waktu itu Jimin hyung pernah bilang kalau dia dengar suara hobi hyung bercinta dengan Minji noona. Dan v hyung bilang Jimin hyung pernah juga berhubungan intim dengan Da Eun noona."
" Apa hubungannya sama masalah kita?" Tanyaku sewot.
" Ya maksudku kalau di antara kami member bangtan itu, tidak ada rasa saling malu yang seperti itu. Aib mereka juga pernah kita lihat semua tapi jangan salah paham aku bilang gini bukan berarti kalau ciuman kita ini ku anggap aib yah? Intinya kita tidak perlu malu karena mereka pun juga sering kepergok berciuman dengan pacar mereka masing-masing."
" Berarti kamu juga pernah kepergok berciuman dengan mantanmu dong?"
" Tidak. Mantanku cuma Sewon. Dan kami benar-benar tidak pernah melakukan skinship berlebih. Berciuman pun tidak. Mungkin itulah sebabnya aku di selingkuhi Sewon dulu." Jawabnya.
" Kamu di selingkuhi?" Tanyaku tiba-tiba tertarik dengan cerita masa lalu Jungkook dan Sewon.
" Kamu yakin mau dengar kisahku dengan Sewon? Nanti kamu cemburu."
" Mmmmm ( berpikir ) ya sudah lah tidak usah." Ucapku setelah memikirkannya lebih dulu.
" Ngomong-ngomong kita mau kemana?" Tanyaku yang penasaran Jungkook akan mengajakku kemana.
" Camping mau?"
" Camping? Kedengarannya bagus."
" Oke kalau gitu kita let's goooo."
___ bersambung___