Sesuai janji dengan Ara. Alvin menunggu sahabatnya itu di bibir pantai, ditempat yang sama yang sebelumnya mereka janjikan. Namun, setelah satu jam, dua jam, hingga melewati tengah malam, Ara tak juga datang. Ia bahkan tidak melihat Ara disekitarnya sedikitpun. Padahal... Ia sudah memikirkan semuanya. Pilihan ini memang sulit. Tapi... Jika demi kebahagiaan Mama-nya. Itu tak masalah lagi baginya. Benar kata Ara. Mama-nya selalu berkorban kebahagiaan dan apapun untuknya. Sehingga... Tak masalah baginya mengorbankan satu kebahagiaan untuk Mama-nya itu. Tekadnya bahkan semakin kuat, setelah ia melihat keadaan Mama-nya yang terlihat sangat buruk. Mata memerah dan sembab, bahkan senyuman yang selalu ibunya itu berikan seolah sangat terpaks. Saat ia meminta untuk makan bersama, ibunya

