Aland berpikir keras tentang permintaan Rheiny. Mengapa dia mengatakan hal itu dan apa alasannya, tetapi Aland tidak menemukan satu hal pun. "M–maksudku, aku akan tetap melaksanakannya. Memberikan keturunan padamu, hanya saja..., hanya saja.., aku butuh waktu." Rheiny semakin cemas dan takut kalau Aland akan marah padanya. Apa dia harus mengatakan semuanya. "A–Amar memperkosaku!" pekik Rheiny dan memejamkan kedua matanya rapat. "Apa?!" sergah Aland. Mendengar perkataan Rheiny sontak membuatnya terkejut, sangat terkejut! Perkataan macam apa itu. Amar memperkosanya, tidak mungkin. Mustahil! Aland tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. "Rheiny, apa maksudmu?!" tanya Aland. Ekspresi wajahnya langsung berubah dalam sekejap. "Jika kamu ingin menolak untuk tidur denganku, kataka

