Paulin melihat Aland mendekat padanya. Wajahnya tersenyum cerah dan ingin melingkarkan tangannya pada tangan Aland. Namun, dalam sekejap Aland menepisnya dan menarik Paulin hingga keluar dari ruangannya. "Aland?!" jerit Paulin kesal karena Aland mengusirnya seperti barusan. "Seharusnya tidak perlu seperti itu," ucap Rheiny pelan dan ragu. Wajahnya sedikit tertunduk dan tidak berani menatap Aland. "Aku bisa pergi dan kalian berdua bisa berbicara dengan nyaman," lanjutnya lagi. Entah mengapa Rheiny masih berpikir, jika Aland dan Paulin memiliki hubungan spesial. Lalu, karena kedatangan Rheiny, kedua pasangan itu harus terpaksa berpisah. Mengingat situasi saat ini. "Aku sudah bilang, kami hanya berteman dan tidak memiliki hubungan lebih dari itu!" Aland menjelaskan sekali lagi. Dia suda

