Extra Part ✓

1434 Kata

Suara gemericik air yang jatuh dari langit kelabu membasahi bumi ini menjadi temannya yang tengah termenung dihadapan layar laptop yang dibiarkan menyala tanpa ada sesuatu pun disana, kecuali satu ketikan. Pelangi. Benda itu menyala, namun si empunya tak juga memperhatikannya. Pikirannya tengah berkelana, memikirkan satu nama yang senantiasa melekat dihatinya. Suasana hatinya selalu tak berselera, tak pernah ada lagi senyuman yang tercipta dari bibir merah muda disana. Yang ada, hanya kemurungan semata. Cukup lama situasi itu terjadi, bahkan sejak dirinya menginjakan kaki di negeri ini. Ceklek ... Pintu kamarnya terbuka, menampilkan seorang wanita paruh baya yang hanya bisa menghela napas pelan melihat keadaannya. Sedangkan, dia masih diam, masih belum sadar ada sang ibunda yang te

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN