Chapter - 22 ✓

1739 Kata

Pelangi meremas pelan jemari tangannya yang saling bertautan, matanya mengerjap-ngerjap pelan karena merasa gugup, bahkan bibirnya sesekali digigitnya untuk menghilangkan kegugupan ini. Bokongnya sudah mendarat sejak beberapa menit yang lalu di atas sofa empuk rumah Genta. Ya, hari ini dia ada disini. Di rumah Genta untuk mengunjungi lelaki itu. Genta tak masuk sekolah, karena sakit. Dan info itu didapatnya dari Fabian tadi sewaktu menunggu kedatangan keluarga Alvaro di rumah sakit. Pelangi pikir, pasti penyebabnya semalam. Pasti karena semalam Genta bisa sakit. Dia merutuki dirinya sendiri, bodoh karena sampai melupakan Genta dan terfokus pada Alvaro. Padahal, jelas-jelas dia tahu. Bagaimana keadaan Genta. Keadaan lelaki itu tak jauh berbeda dengan Alvaro. Tapi, dia malah lebih mement

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN