Chapter - 18 ✓

1419 Kata

Pelangi sudah siap dengan seragam sekolahnya seperti biasa. Dia langsung keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Matanya langsung menangkap kedua orangtuanya yang tengah sarapan bersama di meja makan. Langkah kakinya menghampiri dua pasang paruh baya itu. "Pagi, yah, Bun." "Pagi, sayang." Pelangi segera mengambil alih duduk di tempat biasa, kemudian segera melahap roti selai yang telah disiapkan bunda. Bunda tau aja kalau dirinya sedang ingin makan roti hari ini. "Gimana sekolah kamu Pe? Baik-baik aja kan? Gak bikin masalah, lagi?" tanya ayah sambil menyesap kopi hitam kesukaannya membuat Pelangi menoleh. Pelangi terkekeh pelan mendengar ucapan ayahnya. Masalah, lagi? Apa sebegitu seiringnya dia membuat masalah sampai-sampai ayahnya berkata demikian? Seperti, iya. "Tenang y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN