Makanan dari wanita tercantik di peternakan tadi masih diabaikan oleh Jhon karena belum menemukan waktu pas untuk menikmatinya. Ember-ember berisi asi sapi itu harus dibawa ke tempat penyimpanan agar tidak basi. Sekembalinya Jhon ke kandang, Pedro terlihat sudah di sana, memakan makanan yang dibuat Quin untuknya. Jhon tidak marah, malah bersyukur karena rekan kerjanya itu bisa ikut mencicipi. "Dari siapa ini?" tanya Pedro. "Enak?" Jhon malah lebih penasaran pada jawaban Pedro ketimbang memberikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan olehnya. "Lumayan, rasanya sedikit aneh, tetapi masih bisa dimaafkan," jawab Pedro. Jhon spontan tertawa kecil. Pedro menghentikan makannya dan menatap makanan di tangannya. "Tidak masalah, makan saja!" "Apa ini beracun?" tanya Pedro. "Tidak! aku yakin

