Sesaat setelah kepergian Mahesa. Jhon diminta oleh Joseph untuk ikut dengannya ke kota. Menemani pria itu mengantarkan pesanan. Jhon setuju, tidak masalah pergi sementara waktu sambil melihat keadaan sekitar. Sejak dia di sini, belum pernah berkeliling. Jadi, hitung-hitung menyegarkan pikiran. Dalam perjalanan, Jhon dan Joseph melihat Mahesa keluar dari sebuah gang kecil di samping mini market. Tiba-tiba, Joseph berceletuk tentang pria itu dan Jhon mendengarkannya. “Bagaimana sensasi sekamar dengan Mahesa?” tanya Joseph. Jhon ingin mencernanya sekali lagi dengan sebuah pertanyaan agar tidak salah menjawab. “Maksudmu, tanggapanku sekamar dengannya?” “Ya, itu maksudku.” “Oh, aku merasa dia sedikit aneh. Mendengar kata sensasi, membuatku teringat pada permen." “Haha!” Joseph sontak te

