Keesokan harinya. Jhon menghubungi Clark yang sedang sarapan. Ponselnya berdering di dalam celana. Membuat aktivitas sarapannya terganggu. “Siapa itu, Clark?” tanya Anita. “Aku harus menjawabnya, ini dari temanku,” sahut putranya. Anita melirik Clark sejenak, lalu kembali makan. Mau curi dengar juga percuma karena anaknya menjawab telepon jauh dari posisi ruang makan. Clark menggeser layar ponselnya kemudian menaruh benda itu di telinga. Jhon menyapanya singkat sebelum mengatakan langsung pada Clark mengenai rencana pertemuan kedua orang yang telah sepakat untuk dipertemukan. Spontan lelaki muda yang sedang menggunakan kaos abu silver itu pun tampak bahagia. Perasaan yang menggebu di dalam benaknya tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata, semua terpancar dari rona wajah memerah serta

