“Tuan, Nona harus istirahat, sebaiknya anda keluar,” usir Marry. ‘’Aku keluar dulu, ya,’’ucap Samuel sembari mengusap lembut tangan Carla. Dia lalu keluar dari kamar itu dan tersenyum ramah pada para pelayan di kamar Carla, ada rona bahagia yang terpancar dari wajahnya. Setelah Samuel meninggalkannya, Carla merasa tenang akhirnya bisa berbicara dengan orang yang dikenal. Samuel, lelaki jangkung yang selalu tersenyum manis itu, masih terlihat jelas dalam ingatannya. Carla kecil yang selalu manja, membuat Samuel berusaha selalu menuruti kemauannya, dia tidak pernah menolak keinginan Carla. Begitu yang diingat Carla tentang Samuel. Hingga lima tahun terakhir Samuel sekolah ke luar negeri dan dia melupakan kejadian apapun bersama lelaki itu. Terlalu banyak mengingat-ingat memor

