Bagas sudah diperbolehkan keluar dari tempat itu. Upacara adat pelepasan tahanan pun dilaksanakan. Upacara yang diyakini untuk membersihkan jiwa. Setelah upacara adat selesai Bagas diantar oleh ketua dan beberapa warga sebagai tanda penghormatan. Selama di sana Bagas tidak pernah melanggar peraturan dan selalu berbuat baik. Lelaki jangkung itu menunggu mobil lewat untuk meminta tumpanan, dia masih mempunyai sejumlah uang karena selama di sana dia bekerja dan dapat upah. Beberapa mobil enggan berhenti saat Bagas menghentikannya. Keadaanya yang sangat buruk membuatnya seperti orang kurang waras. “Sial, seharusnya aku bercukur dulu dan ganti baju,” gerutunya setelah sadar dengan keadaannya sekarang. Setelah menunggu hampir satu jam dan mencegat mobil, Bagas hampis saja putus asa. Dia berja

