Seorang pelayan membawakan makanan untuk Dareen dan Carla. Makan siang yang sudah terlewat itu memang sengaja memang mereka berikan agar Dareen dan Carla segera memakan makanan yang mereka bawa. Semua punya harapan besar atas anak yang nantinya menjadi penerus di kampung terlarang itu. Pemahaman yang terlihat konyol. Pelayan itu meletakkan makanan di atas nakas kemudian pergi tanpa mengucapkan sepatah kata seperti biasanya. Makanan yang menggugah selera tersaji di atas meja. Carla yang salau merasakan makanan di sana sangat nikmat di lidahnya langsung mengambil makanan itu. “Nona, jangan!” Dareen menarik makanan itu agar tidak dimakan oleh Carla. “Kenapa, sih?” Carla yang memang sudah lapar menganbil piring yang satunya. Dia sebenarnya heran, sejak berada di sana mereka memberi makanan

