Dareen tersentak mendengar panggilan Bagas, dia berusaha terlihat tenang meskipun nampak jelas kegugupannya. Entah apa yang dipikirakan Bagas, yang jelas saat ini hati Dareen sedang tidak baik-baik saja. “Ada apa?” tanya Dareen sambil memalingkan mukanya dan meraupnya kasar. “Sekarang, Tuan.” “Sekarang?” “Iya, lewat belakang.” Bagas menunjuk arah samping rumah yang memang terlihat sepi. “Kamu yakin?” tanya Dareen lagi. “Iya, Tuan. Sekarang semua orang di halaman rumah Ketua. Saya akan berjaga di depan, Tuan,” jawab Bagas sambil matanya mengawasi sekitar. Suara riuh terdengar dari rumah Ketua, itu menandakan bahwa memang semua orang berada di rumah ketua. Akhirnya Dareen segera masuk kekamar dan mengajak Carla untuk lari saat itu juga. Bagas memberi tanda pada mereka mereka dengan me

