Efek ramuan itu membuat Dareen tidak bisa menyudahinya, hingga pagi menjelang. Dia cukup tersiksa dengan ramuan itu, entah berapa banyak ramuan yang diberikan ibunya hingga membuat istrinya kuwalahan. “Sayang, sudah, ya.” Ini adalah kesekian kalinya Carla meminta Dareen menyudahinya, tapi Dareen tidak bisa mengakhirinya. Ponselnya berdering, Dareen mengambil ponselnya dengan masih mendekap tubuh istrinya. Dia lalu menerima panggilan telepon dari Fredy. “Tuan, hari ini ada rapat, apa Tuan bisa segera ke kantor?” tanya Fredy. Dareen mendengus kesal, tubuhnya juga sudah lelah karena ramuan itu. Dia lalu menarik tubuhnya dan segera membersihkan diri. Carla merasa lega karena sudah terbebas dari suaminya, rasa nyeri semakin terasa hingga dia meringis. Dia pun menggerutu karena ulah suamin

