Di luar perkiraan Halimah, ternyata Niko sudah bangun dan sekarang pria itu mencoba duduk namun dengan cepat ia tahan. “Jangan bangun dulu, kalau lo khawatir soal mbak Esther dia lagi di tendanya gak ada yang terluka selain beberapa tim yang berpulang lebih dulu.” Keningnya mengkerut melihat Niko memejamkan mata sedikit senyum tipis tercetak di bibirnya. Sial! halimah buru-buru memalingkan muka sebelum Niko tau kalau dirinya tengah berpikir gila melihat bibirnya. Oh god gue harus sholat kayaknya entar. Hush.. sana! Mengusir semua pikiran joroknya. “Muka lo... “ “Muka gue dari dulu emang cantik jadi gak usah di puji udah tau diri duluan kok.” Sela Halimah, dia sangat tau Niko tau kebiasaan nya saat malu, hidungnya akan memerah seperti badut. Niko terkekeh geli sedikit mering

