chapter : 40

1770 Kata

Sementara di tenda lain Niko menerima tranfusi darah dari Lukman, pemuda itu dengan santai berbaring di samping Niko sambil memainkan bola-bola karet milik Juna katanya sih biar gak terlalu gugup dan dia berhasil menghilangkan kegugupannya dengan memikirkan hal yang selama ini tak pernah ia bayangkan termasuk menolong seseorang. “Bang, kalau papa ada di sini, dia bangga gak ya? Sejak kecil gue selalu disalahkan semua yang terjadi di lingkungan mereka, selalu gue yang salah dan bagi mereka gue gak ada gunanya gak kayak abang.” “Nasib kita kebalik bang, gue sama bang Tiger di bedakan hanya karena kelemahan kami padahal siapapun gak mau jadi lemah. Sayangnya beberapa orang terus di anggap salah oleh orang-orang yang menganggap dirinya paling benar hanya karena kami orang lemah gak bisa mela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN