Akibat ledakan itu semua yang berada di gedung hipermark terdiam kaku. Tidak ada yang berani bergerak, belum lagi entah bagaimana keadaan Ali dan Esther tak ada yang tau melihat semuanya di penuhi dengan cairan berlendir di campur lumut. “U-ubur-ubur sialan!!” Ali keluar dari tumpukan cairan dari ubur-ubur. Tubuhnya benar-benar penuh oleh cairan, sampai tim lain hampir mengiranya mutan kalau saja dia tidak mengumpat. Bara berlari ke arah Ali malah terjatuh terpeleset gara-gara licin. Bukannya menolong mereka hanya tertawa kecil. “Ayah!!” Kapten Halim menoleh menatap Shila. “Ayah baik-baik aja, Jack bawa Shila ke atas.” Katanya. Jackson mengangguk menarik Shila kembali ke lantai dua, sementara tim mulai mencari keberadaan Esther. Mereka yakin gadis itu masih selamat seperti Ali dan be

